Minggu, 23 November 2014

KULTUM




Artikel Kultum, tentang :



13 Alasan Agar Sholat Lebih Khusuk 


Dari banyak ibadah kita kepada Allah SWT, ada satu ibadah yang merupakan kunci dari seluruh ibadah dan amal yang lain dimana kalau kita berhasil melakukannya maka akan terbuka ibadah atau amal yang lain. Kunci dari segala ibadah adalah sholat.

“Amal yang pertama kali ditanyai Allah pada seorang hamba di hari kiamat nanti adalah sholat. Bila sholatnya dapat diterima, maka akan diterima seluruh amalnya, dan bila sholatnya ditolak, akan tertolah seluruh amalnya.”

Pada kenyataannya, bagaimana amalan sholat kita pada umumnya? Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

“Akan datang satu masa atas manusia, mereka melakukan sholat namun pada hakikatnya mereka tidak sholat.”

Banyak dari kita menganggap bahwa sholat adalah suatu perintah bukan suatukebutuhan. Jadi sholat sering dianggap suatu beban dan hanya bersifat menggugurkan kewajiban. Betapa sering kita rasanya malas untuk sholat, sholat sambil memikirkan pekerjaan, sholat secepat kilat tanpa tumakninah, mengakhirkan waktu sholat atau bahkan lupa berapa rakaat yang telah dilakukan.

Padahal kunci amal ibadah kita adalah sholat. Jadi, kita bisa memasang strategi dalam hidup dengan memperbaiki sholat kita terlebih dahulu sehingga amalan yang lain akan mengikuti. Dan hal ini butuh suatu kesungguhan untuk mencapainya. Tahap awal untuk mencapai kekhusukan sholat adalah mengetahui kegunaan bagi diri kita apabila kita dapat melakukan sholat dengan khusuk. Berikut adalah 13 alasan mengapa kita perlu khusuk dalam sholat:

1. Mendapatkan keberuntungan yang besar, yaitu masuk dalam surga firdaus. Hal ini tersebut dalam QS. Al Mukminun 2 dan 11:


2. Solusi terhadap permasalahan kita.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’” (QS. Al Baqarah 45)

Bila ada problema hidup maka sholatlah, bila ada keiinginan sholatlah, bila akan marah sholatlah. Maka ketika akan bertemu dua kekuatan utama pada perang Badar, Rosululloh SAW sholat dan bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan kemenangan dalam perang.

3. Mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS. Al Ankabut 45)

Karena sholat khusuk hanya bisa dilaksanakan dengan menghadirkan perasaan dekatnya Allah SWT, maka bila akan berbuat maksiyat akan ingat akan Allah SWT.

4. Melembutkan hati. Terkadang hati kita menjadi keras karena kesibukan dalam bekerja atau menghadapi masalah kehidupan. Dengan sholat yang khusuk, hati menjadi lebih lunak karena kita seringnya kita berserah diri dan merendah dihadapan Allah SWT.

5. Memupuk kesabaran. Dengan sholat yang dilaksanakan dengan tumakninah, maka diperlukan waktu beberapa saat untuk sholat; tidak dengan tergesa-gesa. Hal ini akan memupuk rasa kesabaran kita.

6. Menghapuskan dosa. Didalam suatu hadits disebutkan bahwa dosa-dosa kecil kita akan dihapus diantara sholat 5 waktu. Tentu saja hal ini bila kita menghayati bacaan didalam duduk diantara dua sujud rabbighfirli dan wa’fu’anni.

7. Menyembuhkan penyakit. Prof. M. Sholeh dari Universitas Airlangga Surabaya telah meneliti bahwa sholat malam bisa meningkatkan imunitas tubuh kita. halat bisa mencegah naik turunnya hormon kortisol yang berperan sebagai indikator stres. Sedangkan stres merupakan salah satu faktor utama pemicu penyakit, termasuk kanker. Yang sederhana saja, bila kita sedang pening atau sakit gigi maka sholatlah dengan khusuk maka rasa sakit tersebut akan hilang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada pendapat bahwa sholat juga merupakan sarana terbaik untuk bermeditasi.

8. Menunggu-nunggu waktu sholat. Karena sholat adalah kesempatan untuk bermunajat, berdialog dan mencurahkan hati ke Yang Maha Kuasa, maka waktu sholat akan selalu ditunggu. Pekerjaan rumah, rapat atau aktifitas lain akan diberhentikan 10-15 menit sebelum waktu sholat sehingga memberi kesempatan untuk sholat berjamaah di masjid. Perasaan untuk menunggu waktu sholat adalah seperti seorang perjaka yang menunggu waktu untuk bertemu yang dicinta.

9. Mempersiapkan sholat dengan sebaiknya. Karena kita merasa akan bertemu dengan Yang Maha Agung, maka pakaian akan diperhatikan seperti baju koko, kopyah dan sarung digunakan yang bersih. Tidak lupa minyak wangi juga dipakai agar harum ketika bertemu dengan Yang Maha Pencipta.

10. Menangis dalam sholat. Kesejukan dalam sholat akan membawa hati untuk bersyukur dan mohon ampun kepada Allah SWT. Tidak terasa air mata akan mengalir bahkan ketika sholat Dhuhur di masjid kantor.

11. Merasa sedih ketika sholat akan selesai. Tertanam rasa ingin berlama-lama dengan Yang Maha Pengasih. Ketika tasyahud akhir rasanya tidak ingin menyelesaikan sholat.

12. Merasakan nikmatnya sholat di masjid. Akan terasa suasana sholat di masjid lebih indah dibandingkan sholat di rumah. Sehingga, keinginan untuk sholat berjamaah di masjid akan selalu ada. Maka tidak heran ketika sahabat Umar ra menjual kebunnya dikarenakan terlupa sholat jamaah di masjid karena sibuk mengurus kebunnnya.

13. Tetap khusuk dalam berzikir. Terkadang dzikir yang kita lantunkan setelah sholat fardhu hanya mengalir sebatas di mulut saja tanpa penghayatan dalam hati kita. Setelah sholat dengan khusuk, maka kekhusukan tersebut akan berlanjut hingga kita berdzikir.

Allahumma a’inni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika. Ya Allah, bantulah aku dalam mengingatMu dan dan bersyukur kepadaMu dan perbaiki ibadahku.

Wallahu a’lam bish showab.

Selesailah artikel kultum tentang 13 Alasan Agar Sholat Lebih Khusuk  , ada kekurangan kata atau menyinggung, saya meminta maaf sebesar-besarnya , karena “ Manusia tidak ada yang sempurna karena selalu meliputi kesalahan maupun ringan atau besar “, sekian terima kasih.

KRITIKAN


Apa yang dimaksud kritikan ?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ,kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya,pendapat dan sebagainya
Maka disimpulkan,Kritik adalah  masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan

Adakah  tujuan dari kritik itu ?
Tujuan dari kritik adalah agar pencipta karya atau produk dapat meningkatkan mutu karyanya dikemudian hari.
 Atau
Tujuan dari kritik adalah untuk mengevaluasi dan mendapatkan arahan bahwa apa yang kita kerjakan belum tentu benar, dari sana kita bisa dapat banyak masukan agar lebih baik lagi.

Cara Mengkritik Suatu Karya

Cara mengkritik suatu karya adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1.  Sebelum memberi kritik kita harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang sesuatu yang akan kita kritik.Sebagai contoh apabila kita akan mengkritik cerpen, kita harus mengetahui pengetahuan luas tentang cerpen.
  2. Sebelum mengkritik pelajari dahulu dengan cermat karya yang akan dikritik pahami segala istilah yang terdapat dalam karya. Baca juga bahan rujukan karya tersebut.
  3.  Setelah itu buatlah catatan yang obyektif tentang kelebihan dan kekurangan karya yang akan dikritik. Contoh catat bagaimana tema, alur, penokohan, latar atau bahasa yang ada da;lam cerpen.
  4.  Sebelum kritik disampaikan pikirkan kembali “Bagaimanakah perasaan saya jika dikritik semacam itu ?”
  5. Saat menyampaikan kritik melalui lisan atau tulisan perhatikan penggunaan bahasa. Gunakan bahasa yang tidak menyerang orang dan yang tidak menyakitkan hati. Beri penilaian yang jujur dan obyektif,tetapi tetap santun.Kritik harus mempunyai alasan yang masuk akal atau logis, jadi tidak asal mengkritik.

Kritikan ada bermacam macam, yaitu
1.      Kritik Membangun : Yaitu kritik yang memberi masukan dan memberitahu orang lain dengan tujuan baik yaitu agar orang tersebut bisa memperbaiki atau mengurangi kekurangan atau kelemahannya tanpa memojokan orang yang dikritik dan memberi tips atau cara untuk mendukung upaya perbaikan kekurangannya.
Contoh :
1)       Menurut saya, pendapat anda sudah baik, namun kurang didukung dengan fakta yang akurat.
2)   Menurut saya, gambar itu kurang menarik, akan lebih menarik jika latar warnanya diganti dengan warna cerah.
3)  Saya kurang setuju dengan anda, lebih baik kita menunda peresmian gedung sampai keadaan membaik.

2.      Kritik berbau Iri : Yaitu kritik yang menjatuhkan karena tidak suka akan keberhasilan orang lain dalam sesuatu hal, biasanya memberi masukan yang bisa menjebak dan tidak secara langsung memperlihatkan rasa iri nya dan tidak menilai secara obyektif terhadap orang yang di kritiknya
Contoh   :
1)     karya karyamu itu sama sekali tidak bagus
2)     kamu tidak pandai dalam berbahasa

Dalam menanggapi kritikan ada yang merasa beruntung karena sudah diingatkan kekurangan dan kesalahannya ada juga yang merasa down karena kekurangan dan kelemahannya diungkap oleh orang lain. Bagaimana cara menyikapi kedua kritikan itu?
  •   Kritik membangun sangat berguna dan penyelamat hidup dari lembah kelemahan juga kekurangan kita sebagai manusia yang tidak sempurna, dengan adanya kritikan membangun kita bisa segera memperbaiki kekurangan dan kelemahan kita sehingga kwalitas hidup akan lebih bernilai serta penuh makna dan hikmah. Begitu banyak keuntungan kita mendapat kritik membangun selain kita dapat ilmu dan wawasan yang luas juga bisa belajar dari kesalahan dan bisa lebih memahami hidup dari berbagai sisi.
  •  Kritik yang berbau iri, dengki dan sejenisnya sebaiknya kita pun tidak lantas harus merasa down untuk menunjukan bahwa kita memang sudah melakukan sesuatu yang benar, juga tidak boleh balik dendam terhadap yang mengkritik tetapi kita musti introspeksi diri juga, menelaah semua apa yang pernah kita lakukan yang menimbulkan kritik tidak nyaman ini sampai mendekati kebenaran, selebihnya kita serahkan pada yang Maha Kuasa.


Dekripsi :
            Bunga hias terdiri dari bunga dan port bunga tempat berdirinyabunga, bunga terdiri dari daun dan kelopak bunga daunnya berwarna hijau yang terbuat dari plastic, kelopak bunganya berwarna coklat gelap yang terbuat dari tempurung kelapa yang sudah dipotong dan kemudian dilem kayu dan potnya berwarna coklat gelap dan terbuat dari tempurung kelapa yang telah di potong dan di lem isolasi ( double tip )
Kekurangannya : 
  1.  Tidak di bersihkan ( berdebu )
  2.  Tata susunan bunganya berantakan
  3.  Lemnyanya kurang kuat
  4.   Bunganya ada yang patah
  5.    Potnya kurang menarik

Kritikannya :
  1.    Sebenarnya bunga hias itu rapih tapi alangkah baiknya jika bunga hias itu dibersihkan supaya tidak kotor
  2.   Bunga hias sudah cocok tapi alangkah bangusnya jika di rapikan bagian potnya supaya indah kelihatannya
  3. Bunga hias ini kurang lem, tapi lebih bagus kalau di perbanyak lemnya agar kuat dan tahan lama
  4.  Sebenarnya susunan bunganya sudah rapih, tapi alangkah lebih bagus kalau di rapikan dan disusun kembali hingga terlihat menarik kembali
  5.    Harusnya bunga tersebut dijaga agar bunganya tidak patah kembali
Selesailah artikel tentang kritikan  , ada kekurangan kata atau menyinggung, saya meminta maaf sebesar-besarnya , karena “ Manusia tidak ada yang sempurna karena selalu meliputi kesalahan maupun ringan atau besar “, sekian terima kasih.




Sabtu, 22 November 2014


KULTUM 



Artikel Kultum, tentang :


Pentingnya Menghafal dan Memahami AL QURAN


Al Quran diturunkan kepada Muhammad Rasulullah SAW selama 23 tahun masa kerasulan beliau. Al Quran di turunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dengan perantaraan malaikat Jibril. Malaikat Jibril menurunkan Al Quran ke dalam hati Rasulullah dan beliaupun langsung memahaminya. Hal ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah (2) : 97.
Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”
Kemudian Rasulullah SAW mengajarkan Al Quran itu kepada para shahabatnya. Mereka menuliskannya di pelepah daun daun kering, batu, tulang dll. Pada saat itu belum ada kertas seperti zaman modern sekarang ini. Kemudian para shahabat langsung menghafalnya dan mengamalkannya. Demkian Al Qur;an di ajarkan kepada para shahabat-shahabat yang lain. Al Quran difahami dengan menghafal. Bukan dengan sekedar membaca.
Pada saat Rasulullah telah wafat, banyak terjadi peperangan. Dalam peperangan Yamamah misalnya , banyak para sahabat pemghafal Quran yang syahid. Melihat kondisi ini Umarpun meminta Abu bakar sebagai khalifah untuk membuat Mushaf Al Quran. Abu bakar sempat menolak. „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“ ujar beliau. Tapi dengan gigih Umar bin Khattab menjelaskan urgensinya pembuatan Mushaf bagi kepentingan kaum muslimin di masa yang datang. Akhirnya Abu Bakarpun dapat diyakinkan dan kemudian setuju dengan ide Umar bin Khattab.
Abu Bakarpun lalu meminta Zaid bin Haritsah untuk melakukan tugas ini. Zaid bin Haritsah pun sempat berkata : „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“. Tapi akhirnya Zaidpun setuju dan mulai mengumpulkan shahifah-sahhifah yang tersebar di tangan para shahabat yang lain. Batu, daun-daun kering, tulang dll itupun disimpan di rumah Hafsah.
Barulah pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, Mushaf Al Quran selesai sebanyak 5 buah. Satu disimpan Utsman dan 4 yang lain disebar ke : Makkah, Syria, Basrah dan Kufah. Jadi pada saat itu para shahabat, tabi’it dan thabi’i tabiin mempelajari al Quran dengan menghafal karena jumlah Mushaf yang sangat sedikit.
Bagaimana dengan kondisi zaman sekarang? Bila kita perhatikan di sekitar kita, diantara teman-teman dan keluarga kita, ada berapa persen diantara mereka yang hafal Al Quran ? Berapa persen yang sedang menghafal Al Quran? Mungkin kita susah memberikan persentase karena dihitung dengan jari-jari tangan kita belum tentu genap semuanya.
Kaum muslimin saat ini masih cukup berpuas diri dengan membaca Mushaf Al Quran dan tidak memahami maknanya. Padahal membaca Al Quran baru langkah awal interaksi Al Quran. Al Quran sebagai petunjuk bagi kita tidak cukup dibaca tapi juga dihafal dan difahami.
Mungkin ada sebagian yang berkata mengapa perlu menghafal ? Tidakkah cukup dengan membaca Mushaf dan membaca tarjemahan ? Ternyata tidak cukup. Dengan menghafal Al Quran ada „rasa“ (atau zauk) yang diberikan Allah kepada hati kita. Rasa ini didapat karena ayat-ayat yang dibaca berulang-ulang. Pengulangan kalam-kalam suci itulah yang menjadi „makanan“ untuk hati. Dan sesuai dengan ayat di Al Baqarah : 97 diatas, Al Quran itu diturunkan di hati Nabi Muhammad. Bukan di akal fikiran beliau. Artinya Al Quran itu konsumsi/makanan hati bukan sekedar fikiran.
Rasa inilah yang menjadikan kita nikmat mengenal Allah, memahami kehendakNya dan ringan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. „ Rasa „ ini kurang ada juga sedikit ketika kita hanya membaca. Apalagi bila membacanya tidak diiringi dengan pemahaman artinya. Dan membaca tidak diulang-ulang. Efeknya sangat berbeda dengan mengulang-ulangnya.
Kaum muslimin saat ini cukup berpuas diri dengan membaca „buta“ Al Quran dan menimba ilmu dari para ustadz, kiai dan pemuka-pemuka agama. Tanpa menghilangkan rasa hormat kepada para penyampai-penyampai risalah agama, kita sebagai hamba Allah, secara individual juga mempunyai kewajiban berusaha memahami Al Quran dari aslinya langsung dari firman-firmanNya.
Bila kita menghafal dan mentadaburi Al Quran maka Allah akan mengajarkan kepada kita pengetahuan melalui hati kita dengan perantaraan ilham. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat Asy Syams ayat 8-10:
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.“
Ilham ini dapat dirasakan dengan dalam hati kita. Bukankah kita pernah bingung tentang suatu masalah, kemudian pada suatu saat kita, „cling“ mememukan cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Itulah ilham.
Atau ilham itu sebagai furqan atau pembeda mana-mana amal yang haq dan mana-man yang bathil. Sebagai misal ketika kita masuk ke tempat maksiat maka hati kita akan terasa tidak enak, tidak nyaman. Itulah peringatan dari hati kita yang bersih. Furqan inilah yang dibutuhkan di dalam kehidupan ketika berperang dengan bisikan-bisikan syaithan yang membujuk-bujuk kita untuk berbuat maksiat dengan iming-iming duniawi yang menggiurkan. Karena itu sangatlah kita memerlukan furqan yang menjadikan kita mantap mengetahui yang haq dan yang bathil. Seperti disebutkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam surat Al Anfaal ayat 29:
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Al Quran juga sebuah petunjuk/pedoman hidup bagi kita kaum muslimin :

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (QS Al Baqarah : 2)
Jadi intinya Al Qu’an adalah pedoman hidup. Tapi hanya segelintir orang yang hafal dan faham Al Quran. Bagaimana Al Quran bisa menjadi pedoman hidup seorang muslim secara individual bila membaca dan memahaminya secara tuntas saja belum dilakukan ? Dan banyak diantara kaum muslimin yang meninggal dalam keadaan belum pernah membaca dengan tuntas Al Quran.
Bayangkan apabila kita akan pergi ke puncak Gunung Semeru. Sebelum pergi kita dibekali dengan peta, rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk oleh seorang pendaki gunung profesional. Tetapi kita tidak memahami petunjuk-petunjuk tersebut. Apakah kita dijamin akan sampai di puncak gunung semeru dengan selamat ? Kita mungkin lebih senang bertanya dengan penduduk setempat. Bila kita bertemu dengan penduduk yang sangat kenal gunung semeru mungkin kita akan sampai dengan selamat. Tetapi bila orang kita tanya juga kurang faham jalan ke puncak gunung, akankah kita sampai ke puncak dengan selamat atau mungkin kita bisa tersesat ? Padahal bila kita memahami, petunjuk, peta dan juga bertanya maka kita akan mendapat jalan pintas untuk sampai ke puncak gunung.
Memang solusi pemahaman Al Quran ini tidak akan dapat berhasil bila sistem pendidikan agama tidak berjalan intensif sejak dini. Sebagai permisalan, bahasa Inggris diajarkan sejak SD. Maka kita lihat ketika lulus SMA para mahasiswa sudah bisa belajat dari diktat berbahas Inggris. Bila sistem ini diterpakan juga untuk bahasa Arab (sebagai media inti pemahaman Al Quran) maka ketika berumur 20-25 seorang muslim sudah mulai bisa memahami Al Quran dengan mandiri.
Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, memahami Al Quran bukan fardhu kifayah yang dibebankan kepada ulama, kiai atau ustadz. Tapi seperti dicontohkan oleh para sahabat, membaca, menghafal, memahami dan melaksanakan Al Quran dilakukan sebagai kewajiban indivial setiap kaum muslimin. Bila secara individu seorang muslim meningkat kualitasnya, keluarga yang dibinanya juga akan berkulaitas sehingga akhirnya sebuah masyarakat madani yang dirindukan selama ini juga dapat terwujud.
Demikianlah renungan kita tentang Al Quran. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya kepada kita semua sehingga kita menjadi orang-orang yang mencintai Al Quran, membacanya, menghafalkannya, memahaminya dan mengamalkannya.
Wallahu alam bi shawab

Selesailah artikel kultum tentang  mnghafal dan memahami al quran  , ada kekurangan kata atau menyinggung, saya meminta maaf sebesar-besarnya , karena “ Manusia tidak ada yang sempurna karena selalu meliputi kesalahan maupun ringan atau besar “, sekian terima kasih.

   LINGKUNGAN HIDUP




Apa yang di maksud lingkungan Hidup ?

Lingkungan Hidup adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam ruang yang kita tempati. Menurut para Ahli :
  1.  Ahmad (1987:3) : Mengemukakan bahwa lingkungan hidup adalah sistem kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.
  2. St. Munajat Danusaputra   : :Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya. (Darsono, 1995)
  3. Emil Salim : Lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia
  4. Otto Soemarwoto  : Mengemukakan bahwa dalam bahasa Inggris istilah lingkungan adalah environment. Selanjutnya dikatakan, lingkungan atau lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang ada pada setiap makhluk hidup atau organisme dan berpengaruh pada kehidupannya.


Manfaat Lingkungan Hidup

  • Manfaat Lingkungan Hidup Sebagai Tempat Tinggal                                           

Dengan adanya lingkungan hidup yang baik tentunya manusia, hewan, serta tumbuhan dapat berkembang biak serta berinteraksi dengan baik. Sehingga peran manusia, hewan, serta tumbuhan bagi lingkungan hidup pun akan tetap terjaga.
  • Manfaat Lingkungan Hidup Sebagai Tempat Mencari Makan

Manfaat lingkungan hidup sebagai tempat mencari makan berlaku untuk setiap makhluk hidup yang ada di lingkungan, karena di lingkungan hidup sendiri terdapat sebuah mekanisme yang rantai makanan  atau piramida makanan. Rantai makanan harus tetap terjaga untuk menghindari salah satu yang ada di dalamnya terputus, karena satu saja terputus maka itu akan berpengaruh terhadap kelangsungan makhluk hidup lainnya termasuk manusia.
  • Manfaat Lingkungan Hidup Sebagai Penyedia Kebutuhan Vital

Manfaat lingkungan hidup sebagai penyedia kebutuhan vital yang dimaksud adalah bahwa  selama ini lingkungan hidup yang membentuk suatu jaringan kehidupan lewat tersedianya kebutuhan-kebutuhan vital yang diperlukan oleh semua makhluk hidup seperti oksigen, nitrogen, air, dsb yang nantinya akan dibentuk menjadi siklus air, siklus energi, siklus udara, siklus hujandsb.
Salah satu yang dapat kita rasakan secara langsung dalam hal manfaat lingkungan hidup adalah adanya tumbuhan hijau di planet bumi tempat kita hidup dan tinggal ini. Karena tumbuhan hijau sendiri mempunyai banyak peranan dalam kehidupan seperti penyimpanan air, sumber makanan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi, serta dapat melindungi manusia dan makhluk hidup lainnya dari terik matahari, debu, dan gas-gas yang sifatnya berbahaya bagi manusia.

Unsur-unsur apakah yang berkaitan lingkungan hidup ?

           A. Unsur Fisik


              Unsur fisik adalah Fungsi unsur fisik dalam lingkungan hidup, yaitu sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan. Apabila unsur fisik tersebut tidak ada, semua kehidupan yang terdapat di muka bumi ini dapat terhenti

Unsur fisik terdiri dari :
    • Tanah                                
    • Air
    • Udara
    • Sinar Matahari 
    • Senyawa Kimia




           B. Unsur Hayati
              
          Unsur hayati adalah Unsur hayati dalam lingkungan hidup terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat di bumi

Unsur hayati terdiri dari :
    • Manusia
    • Hewan
    • Tumbuhan



           C. Unsur Budaya

                  Unsur budaya adalah  system nilai, gagasan, dan keyakinan yang Dimiliki manusia dalam menentukan perilakunya sebagai makhluk sosial

`        Unsur budaya bisa  terjadi karena adanya hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan

         
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan hidup,yaitu 

  • Jenis dan jumlah masing masing unsur lingkungan hidup ,akan terlihat perbedaanya antara lingkugan hidup pada daerah berbukit tandus dengan daerah yang tertupi rimbun oleh tumbuhan
  • Hubungan atau intraksi antar unsur dalam lingkungan hidup tak hanya menyangkut komponen biofisik tapi juga hubungan sosial .
  • Kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup
  • Faktor-faktor nonmaterial seperti kondisi suhu, kebisingan, dan cahaya.

Selesailah artikel tentang Lingkungan Hidup , ada kekurangan kata atau menyinggung, saya meminta maaf sebesar-besarnya , karena “ Manusia tidak ada yang sempurna karena selalu meliputi kesalahan maupun ringan atau besar “, sekian terima kasih.



Minggu, 09 November 2014

Resensi Buku




Pengertian Resensi Buku



Resensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku.

Sedangkan kata “mengulas” itu sendiri mempunyai arti memberikan penjelasan dan komentar; menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat, dsb); mempelajari (menyelidiki) dan kata “ulasan” mempunyai arti kupasan, tafsiran, komentar: 

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku.
Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas
Secara singkat, resensi ialah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya. 

Tujuan resensi, yaitu :

  1. Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
  2. Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.
  3. Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku itu pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

Manfaat resensi, yaitu



Manfaat resensi bagi pembaca khusus dan umum

Resensi bagi pembaca jelas dapat menambah pengetahuan intisari dari buku yang diresensi. Pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang keseluruhan isi buku tersebut selanjutnya akan mencari di toko-toko atau situs yang menjual buku-buku itu ,nah bisa jugaa nih bisa memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku dan


mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problem yang muncul dalam sebuah buku




Kerangka Membuat Resensi Buku


Identitas Buku

A.    Judul buku :
B.     Pengarang/penulis :
C.     Penerjemahan :
D.    Penerbit :
E.     Kota terbit:
F.      Tahun Penerbit :
G.    Tebal buku

Isi Buku
A.    Halaman Pengantar  :
B.     Rangkuman :

Penutup
A.    Kelebihan dan kekurangan buku :
B.     Kesimpulan dan saran :

Daftar pustaka 

Contoh Resensi Buku “ Buku Panduan Wisata Bersejarah “


I.                   Identitas

a.       Judul Buku      :  Buku Panduan Wisata  Sejarah
b.      Penulis             :  Pemerintah Kota Makassar Dinas Kebudayaan Pariswisata
c.       Penerbit           :  Pemerintah Kota Makassar Dinas Kebudayaan Pariswisata
d.      Kota Penerbit   :  Makassar
e.       Tahun Penerbit :  2011
f.       Tebal Buku       :  24 halaman

II.                Isi

a.       Kata Pengantar :
Puji syukur  panjatkan kehadirat Tuhan Yang  Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta karunian-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “ Laporan Resensi Buku Panduan Wisata Sejarah” ini dengan baik tanpa ada halangan.
 Saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada kedua orang tuaku yang telah mendorong  saya sehingga bisa menyelesaikan resensi buku panduan wisata bersejarah
Buku ini berjudul “Buku Panduan Wisata Sejarah” yang mengenal lebih jauh tentang sejarah di  Sulawesi Selatan ( Sulsel )
Saya  berharap semoga laporan resensi buku panduan wisata sejarah bermanfaat bagi semua pembaca dan menjadi referensi untuk menambah pengetahuan umum.
         Oleh karena itu, saya mengharap segala kritik dan saran yang membangun dan dapat menjadikan laporan ini jauh lebih baik lagi. Saya  mohon maaf setulus-tulusnya atas kesalahan maupun kekurangan dalam penyusunan laporan ini.

b.            Rangkuman :

a.   Fort Roterdam :

Fort Rotterdam atau lebih dikenal dengan nama Banteng Ujung pandang adalah peninggalan sejarah kejayaan dan kepersaan kerajaan gowa pada abad ke-17.

b.   Museum Kota

Sebuah Banguan dua lantai bergaya Eropa abad ke-17 berdiri dengan kokoh dan gagah tepat di tengah kota Makassar.

c.       Makam Kuno Raja-Raja Tallo

Pada mulanya kerajaan Tallo kerajaan Gowa, yang kemudian terbagi menjadi dua karena sang raja mempunyai dua putera yang masing-masing berambisi untuk menjadi raja.
Maka dari itu, makam kuno Raja-Raja Tallo adalah tempat dimana raja meninggal akan di makamkan di situ yaitu raja-raja tallo

d.      Makam Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah pahlawan nasional berasal Jawa Tengah, namun bumi jawa sendiri tidak “memiliki” tubuhnya. Karena tubuh orang yang telah perang Jawa itu dimakamkan di kota Makassar
Maka dari itu, makam Pangeran Diponegoroadalah tempat dimakamkan Pangeran Diponegoro di tempat itu
e.       Benteng Somba Opu

Sebuah bangunan yang berdiri pada pertengahan abad ke-16, benteng ini menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang ramai pedagang asing dari Asia dan Eropa.

f.       Museum La Galigo

Museum La galigo yang terletak di komplek Benteng Ujung Pandang ini memiliki gaya bangunan bercorak klasik. Nama la Galigo merupakan nama sastrawan besar Sulawesi Selatan yang juga cikal bakal Raja-raja Sulsel

III.             Penutup

A.     Kelebihan dan kekurangan

a.      Kelebihan : 1) Buku ini menjelaskan tentang informasi-informasi
                       sejarah
      2) Buku ini bahasanya mudah di pahami oleh pembaca
      3) Buku ini mudah di bawa-bawa karena buku ini ringan
                     Kekurangan  : 1)  Tulisan yang terdapat buku Kurang rapi
                                            2) Gambarnya tidak terlalu jelas dilihat oleh pembaca
                                            3) Buku ini kurang jelas karena materinya tidak  lengkap 

B.     Kesimpulan Dan Saran

a.      Kesimpulan :

Buku ini meceritakan kejadian-kejadian atau sejarah yang terdapat di kota Makassar, contohnya Fort Roterdam,Museum Kota,Makam Kuno Raja-raja Tallo,Makam Pangeran Diponegoro,Benteng Somba Opu, Museum La Galigo

b.      Saran :

1)      Sebaiknya tulisannya di perbaiki agar pembaca tidak bingung
2)      Sebaiknya diperlengkap materinya agar pembaca mengerti maksud tujuannya
3)      Gambar sudah ada, akan tetapi sebaiknya gambarnya di perjelas agar pembaca tidak bingung kenyataannya

Daftar Pustaka

Pariwisata,Kebudayaan,Dinas,Makasssar,Kota,Pemerintah.2011.Buku Panduan Wisata  Sejarah.Makassar: Pemerintah Kota Makassar Dinas Kebudayaan Pariswisata 



Selesailah artikel tentang resensi buku, ada kekurangan kata atau menyinggung, saya meminta maaf sebesar-besarnya , karena “ manusia tidak ada yang sempurna karena selalu meliputi kesalahan maupun ringan atau besar “, sekian terima kasih.