Minggu, 09 November 2014

Resensi Buku




Pengertian Resensi Buku



Resensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku.

Sedangkan kata “mengulas” itu sendiri mempunyai arti memberikan penjelasan dan komentar; menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat, dsb); mempelajari (menyelidiki) dan kata “ulasan” mempunyai arti kupasan, tafsiran, komentar: 

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku.
Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas
Secara singkat, resensi ialah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya. 

Tujuan resensi, yaitu :

  1. Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
  2. Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.
  3. Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku itu pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

Manfaat resensi, yaitu



Manfaat resensi bagi pembaca khusus dan umum

Resensi bagi pembaca jelas dapat menambah pengetahuan intisari dari buku yang diresensi. Pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang keseluruhan isi buku tersebut selanjutnya akan mencari di toko-toko atau situs yang menjual buku-buku itu ,nah bisa jugaa nih bisa memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku dan


mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problem yang muncul dalam sebuah buku




Kerangka Membuat Resensi Buku


Identitas Buku

A.    Judul buku :
B.     Pengarang/penulis :
C.     Penerjemahan :
D.    Penerbit :
E.     Kota terbit:
F.      Tahun Penerbit :
G.    Tebal buku

Isi Buku
A.    Halaman Pengantar  :
B.     Rangkuman :

Penutup
A.    Kelebihan dan kekurangan buku :
B.     Kesimpulan dan saran :

Daftar pustaka 

Contoh Resensi Buku “ Buku Panduan Wisata Bersejarah “


I.                   Identitas

a.       Judul Buku      :  Buku Panduan Wisata  Sejarah
b.      Penulis             :  Pemerintah Kota Makassar Dinas Kebudayaan Pariswisata
c.       Penerbit           :  Pemerintah Kota Makassar Dinas Kebudayaan Pariswisata
d.      Kota Penerbit   :  Makassar
e.       Tahun Penerbit :  2011
f.       Tebal Buku       :  24 halaman

II.                Isi

a.       Kata Pengantar :
Puji syukur  panjatkan kehadirat Tuhan Yang  Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta karunian-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “ Laporan Resensi Buku Panduan Wisata Sejarah” ini dengan baik tanpa ada halangan.
 Saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada kedua orang tuaku yang telah mendorong  saya sehingga bisa menyelesaikan resensi buku panduan wisata bersejarah
Buku ini berjudul “Buku Panduan Wisata Sejarah” yang mengenal lebih jauh tentang sejarah di  Sulawesi Selatan ( Sulsel )
Saya  berharap semoga laporan resensi buku panduan wisata sejarah bermanfaat bagi semua pembaca dan menjadi referensi untuk menambah pengetahuan umum.
         Oleh karena itu, saya mengharap segala kritik dan saran yang membangun dan dapat menjadikan laporan ini jauh lebih baik lagi. Saya  mohon maaf setulus-tulusnya atas kesalahan maupun kekurangan dalam penyusunan laporan ini.

b.            Rangkuman :

a.   Fort Roterdam :

Fort Rotterdam atau lebih dikenal dengan nama Banteng Ujung pandang adalah peninggalan sejarah kejayaan dan kepersaan kerajaan gowa pada abad ke-17.

b.   Museum Kota

Sebuah Banguan dua lantai bergaya Eropa abad ke-17 berdiri dengan kokoh dan gagah tepat di tengah kota Makassar.

c.       Makam Kuno Raja-Raja Tallo

Pada mulanya kerajaan Tallo kerajaan Gowa, yang kemudian terbagi menjadi dua karena sang raja mempunyai dua putera yang masing-masing berambisi untuk menjadi raja.
Maka dari itu, makam kuno Raja-Raja Tallo adalah tempat dimana raja meninggal akan di makamkan di situ yaitu raja-raja tallo

d.      Makam Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah pahlawan nasional berasal Jawa Tengah, namun bumi jawa sendiri tidak “memiliki” tubuhnya. Karena tubuh orang yang telah perang Jawa itu dimakamkan di kota Makassar
Maka dari itu, makam Pangeran Diponegoroadalah tempat dimakamkan Pangeran Diponegoro di tempat itu
e.       Benteng Somba Opu

Sebuah bangunan yang berdiri pada pertengahan abad ke-16, benteng ini menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang ramai pedagang asing dari Asia dan Eropa.

f.       Museum La Galigo

Museum La galigo yang terletak di komplek Benteng Ujung Pandang ini memiliki gaya bangunan bercorak klasik. Nama la Galigo merupakan nama sastrawan besar Sulawesi Selatan yang juga cikal bakal Raja-raja Sulsel

III.             Penutup

A.     Kelebihan dan kekurangan

a.      Kelebihan : 1) Buku ini menjelaskan tentang informasi-informasi
                       sejarah
      2) Buku ini bahasanya mudah di pahami oleh pembaca
      3) Buku ini mudah di bawa-bawa karena buku ini ringan
                     Kekurangan  : 1)  Tulisan yang terdapat buku Kurang rapi
                                            2) Gambarnya tidak terlalu jelas dilihat oleh pembaca
                                            3) Buku ini kurang jelas karena materinya tidak  lengkap 

B.     Kesimpulan Dan Saran

a.      Kesimpulan :

Buku ini meceritakan kejadian-kejadian atau sejarah yang terdapat di kota Makassar, contohnya Fort Roterdam,Museum Kota,Makam Kuno Raja-raja Tallo,Makam Pangeran Diponegoro,Benteng Somba Opu, Museum La Galigo

b.      Saran :

1)      Sebaiknya tulisannya di perbaiki agar pembaca tidak bingung
2)      Sebaiknya diperlengkap materinya agar pembaca mengerti maksud tujuannya
3)      Gambar sudah ada, akan tetapi sebaiknya gambarnya di perjelas agar pembaca tidak bingung kenyataannya

Daftar Pustaka

Pariwisata,Kebudayaan,Dinas,Makasssar,Kota,Pemerintah.2011.Buku Panduan Wisata  Sejarah.Makassar: Pemerintah Kota Makassar Dinas Kebudayaan Pariswisata 



Selesailah artikel tentang resensi buku, ada kekurangan kata atau menyinggung, saya meminta maaf sebesar-besarnya , karena “ manusia tidak ada yang sempurna karena selalu meliputi kesalahan maupun ringan atau besar “, sekian terima kasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar